DPD Demokrat Sulsel Loyal ke AHY, dan Akui Pernah Diajak Bahas Kudeta Oleh Sejumlah Oknum

Grahanusantara.co.id, Makassar – Ketua DPD Partai Demokrat (PD) Sulawesi Selatan (Sulsel) Ni’matullah Erbe mengaku sempat digoda sejumlah oknum senior Demokrat yang diduga merencanakan kudeta Ketum PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Meski sempat digoda, politikus yang akrab disapa Ulla itu menegaskan solid mendukung kepemimpinan AHY di Demokrat.

“Kita sudah sejak minggu lalu, kami 24 ketua DPC (kabupaten/kota) plus ketua DPD saya sendiri itu menandatangani surat dukungan dan pernyataan kesetiaan (kepada AHY) untuk hasil Kongres V Demokrat, sudah ada itu,” tegas Ulla, Selasa (2/2/2021).

Wakil Ketua DPRD Sulsel itu lalu mengungkapkan saat dirinya digoda untuk bergabung oknum-oknum Demokrat yang merencanakan kudeta. Dia ditelepon sampai 8 kali oleh oknum tersebut.

“Saya salah satu ketua DPD yang ditelepon sekitar 7-8 kali oleh oknum-oknum ini (yang merencanakan kudeta) untuk ketemu di Jakarta. Tapi cara saya menolak,” kata Ulla.

Ulla mengaku cukup mengenal baik para senior partai yang merencanakan kudeta tersebut sehingga dia harus menolak ajakan untuk bertemu di Jakarta dengan halus.

“Jadi saya bilang, ‘Bang, ini kan COVID lagi ganas-ganasnya di Jakarta, kami pun di Makassar gitu, jadi saya membatasi diri dulu untuk pergi jauh-jauh, Bang’,” ungkapnya.

Namun, meski telah menolak secara halus, oknum tersebut tetap saja terus menghubunginya untuk bertemu di Jakarta.

“Katanya, ‘ya nggak apa-apa ke sini saja dulu, kita cuma mau ngobrol-ngobrol’. Dia tidak pernah mau sampaikan apa maunya lewat telepon, dia bilang, ‘kalau lu sampai di Jakarta, kita bisa ngobrol sampai pagi kalau kau ada waktu’. Dalam hati saya apa ‘ntu mae? (apa maksudnya itu)’,” paparnya.

Ulla juga menyebut, jika saat itu hadir menemui oknum tersebut, dia yakin akan diajak ke pertemuan bersama KSP Moeldoko, yang disebut turut terlibat rencana kudeta AHY. “Ya mungkin kalau saya datang mungkin dia kasih ketemu sama Moeldoko, misalnya kan. (Oknum-oknum itu) memang sangat (mau menggoda),” imbuhnya.

Ulla menyebut Demokrat Sulsel mengecam ada gerakan-gerakan yang di luar konstitusi yang hendak melengserkan AHY, Ulla mengatakan Demokrat Sulsel mengecam gerakan di luar konstitusi partai yang hendak melengserkan AHY. Dia menegaskan Demokrat Sulsel akan terus mendukung kepemimpinan AHY.

“Dari dulu kita yang paling solid (dukung AHY), termasuk dukung di kongres, saya solid dukung di kongres masa saya tidak solid dukung lagi kemudian. Kan justru lucu-lucu,” katanya.

“Karena bagi kami itu tidak mungkin lah ada cara-cara di luar AD/ART, di luar konstitusi kita, bukan hanya soal tidak etis, tapi itu merusak partai,” lanjutnya.

Dia menilai adanya gerakan yang hendak merusak Partai Demokrat tak terlepas dari elektabilitas Demokrat yang semakin baik.

“Terbukti kemudian, ternyata terkonfirmasi hasil survei kita makin baik. Nah saya kira siapa pun yang punya hasrat politik pasti menganggap ini satu hal yang perlu, yang pertama dia mau manfaatkan. Yang kedua kalau dianggap mengganggu ‘oh ini gangguan besar nanti di masa akan datang maupun masa kini’, jadi harus diganggu. Saya kira 2 perspektif itu sebenarnya yang ada, dengan melihat perkembangan,” ungkapnya.

Sebelumnya, AHY mengungkap upaya kudeta terhadapnya, yang mana dia mendapatkan informasi melibatkan orang dekat lingkaran Presiden Jokowi. Partai Demokrat menyinggung sosok jenderal.

“Para pimpinan dan kader Demokrat yang melapor kepada kami tersebut, merasa tidak nyaman dan bahkan menolak ketika dihubungi dan diajak untuk melakukan penggantian Ketum Partai Demokrat,” kata AHY dalam konferensi pers di DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi, Jakpus, Senin (1/2).

Menurutnya, ajakan dan komunikasi itu dilakukan dengan paksa lewat telepon maupun pertemuan langsung. ‘Kudeta’ itu disebut akan menjadi jalan menjadi capres di Pemilu 2024.

“Ajakan dan permintaan dukungan untuk mengganti ‘dengan paksa’ Ketum PD tersebut, dilakukan baik melalui telepon maupun pertemuan langsung. Dalam komunikasi mereka, pengambilalihan posisi Ketum PD, akan dijadikan jalan atau kendaraan bagi yang bersangkutan, sebagai calon presiden dalam Pemilu 2024 mendatang. Konsep dan rencana yang dipilih para pelaku untuk mengganti dengan paksa Ketum PD yang sah, adalah dengan menyelenggarakan Kongres Luar Biasa (KLB),” paparnya.

Nama Ketua KSP Moeldoko sempat dikaitkan terkait upaya kudeta ini. Namun Moeldoko menyatakan dirinya tidak terkait dengan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat dari AHY.

“Saran saya, jadi seorang pemimpin harus pemimpin yang kuat. Jangan mudah baperan, jangan mudah terombang-ambing,” kata Moeldoko dalam jumpa pers virtual, Senin (1/2).

Moeldoko sebelumnya menceritakan soal tamu-tamu yang menemuinya, mengobrol, dan curhat. Dia tidak menyebut secara spesifik siapa ‘tamu’ yang menemuinya itu namun mengatakannya sebagai ‘anak buah’ pemimpin yang dia singgung.

“Kalau anak buahnya nggak boleh pergi ke mana mana saja, ya borgol saja,” ujarnya.