oleh

5 Pantangan Makanan untuk Pengidap Radang Usus

Grahanusantara.co.id – Pengidap radang usus membutuhkan makanan yang mengandung serat yang cukup untuk memberikan nutrisi yang maksimal untuk tubuh, seperti roti, telur, tahu putih, tomat, wortel, pepaya, semangka, sayur bayam, dan makanan berserat lainnya.

Makanan dengan kadar serat yang rendah dapat memicu usus untuk bekerja lebih keras. Makanya, makanan jenis itu harus dihindari oleh pengidap radang usus.

Makanan-makanan di bawah ini merupakan makanan yang harus dihindari pengidap radang usus, antara lain:

Mi Instan

Mi instan merupakan makanan utama penyebab radang usus. Karena di dalam mi instan terdapat kandungan zat yang dapat merusak pencernaan. Kondisi ini muncul apabila mi instan dikonsumsi secara terus-menerus.

Olahan Susu

Mengkonsumsi produk olahan susu seperti yoghurt, keju, dan es krim yang banyak menganduk laktosa dapat menyebabkan peningkatan gas, sembelit, pencernaan yang terganggu, dan memperbesar kemungkinan penyakit radang usus. Jika kamu mengkonsumsi makanan tersebut, imbangi dengan banyak minum air putih dan mengkonsumsi makanan yang kaya akan serat dari buah-buahan.

Kacang-kacangan

Kacang-kacangan penuh dengan kandungan nutrisi. Namun, mereka juga tinggi akan lemak dan protein yang buruk bagi pencernaan yang sedang terganggu. Tekstur kacang-kacangan yang keras sulit dicerna, sehingga dapat menyebabkan iritasi pada perut.

Pisang Muda

Pisang yang masak sangat baik untuk pencernaan. Namun, jika kamu mengkonsumsi pisang muda dapat menyebabkan konstipasi dan dapat memicu radang usus. Hal ini dikarenakan, pisang yang belum masak mengandung banyak zat tepung yang sulit untuk dicerna. Pisang muda juga mengandung pektin yang akan menyerap air dalam saluran cerna, serta menyebabkan sembelit dan juga akan berefek pada radang usus.

Daging Merah

Daging merah mengandung lemak dan zat besi yang tinggi, hal ini membuat makanan ini lebih lama dicerna oleh usus. Proses yang lama ini umumnya akan menyebabkan sembelit di awal. Jika dibiarkan, dapat meningkatkan risiko peradangan pada usus.