oleh

Cara Jitu Hindari Krisis Keuangan, Cocok Buat Anda yang Boros

Menyoal krisis keuangan pribadi, Anda sebaiknya senantiasa waspada dan bersiap diri sebab situasi sulit ini bisa terjadi kapan saja. Kenali penyebab umum krisis finansial rumah tangga, antara lain kehilangan pekerjaan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja), kebangkrutan usaha atau mengalami keadaan darurat medis. 

Menyikapi hal ini, Anda tak perlu khawatir berlebihan. Cukup lakukan persiapan yang maksimal sehingga Anda bisa terhindar dari krisis finansial. Apa saja itu?

Review dan Evaluasi Keuangan 

Hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah melakukan review dan evaluasi keuangan. Cek kondisi keuangan Anda saat ini seperti pengeluaran dan pemasukan bulanan. Apakah hasilnya, pengeluaran masih dalam batas aman atau sebaliknya? 

Evaluasi keuangan adalah hal mendasar di mana Anda bisa mendeteksi apakah Anda berpotesi tinggi mengalami krisis keuangan dari faktor internal. Lakukan evaluasi keuangan dengan jujur, catat semua berapa total pemasukan, aset, investasi, tabungan hingga pengeluaran bulanan Anda. 

Mulai Terapkan Bujet Keuangan 

Langkah selanjutnya adalah menerapkan bujet keuangan. Caranya, cek kembali hasil evaluasi keuangan, dan buatlah bujet atau istilah lainnya yaitu pos-pos keuangan yang terbagi dalam kategori harian, mingguan, bulanan hingga tahunan. 

Misalnya, bujet belanja bulanan, bujet cicilan, bujet menabung dan investasi, hingga bujet asuransi yang sifarnya per tahunan. Mulai terapkan perlahan dan disiplin. Jadikan hal ini sebagai kebiasaan pengelolaan keuangan yang sehat. 

Prioritaskan Lunasi Utang dan Hemat Pengeluaran

Bagi Anda yang saat ini kondisi keuangan tidak sehat gara-gara utang yang menumpuk. Saatnya, Anda prioritaskan keuangan Anda untuk melunasi utang Anda dan mulailah hemat. 

Mulailah membuat catatan semua utang-utang Anda, berikan keterangan atau label apakah utang Anda termasuk utang produktif atau konsumtif? Lalu, cek pos-pos keuangan mana yang Anda bisa ‘cut’ atau kurangi untuk diahlikan ke pos bayar/lunasi utang.  

Misalnya, hasil review dan evaluasi utang Anda, ternyata Anda doyan belanja online sehingga utang paylater Anda cukup tinggi. Utang ini termasuk dalam utang konsumtif, ada bunga dari pinjaman paylater yang cukup tinggi jika Anda tidak segera melunasinya. 

Mulai tekan pengeluaran untuk biaya gaya hidup dan prioritaskan dulu untuk kebutuhan biaya hidup dan melunasi utang. Utang konsumtif ini bila di biarkan nilainya bisa bertambah tinggi, dan tentunya bisa berpotensi menimbulkan krisis keuangan jika tak segera diatasi.