oleh

Ramai Tweet Akun Rudi Valinka Soal Dugaan Korupsi Program Bansos DKI 2020

Graha Nusantara, Jakarta – Sebuah cuitan mengenai dugaan korupsi program Bansos DKI Jakarta tahun 2020 ramai di Twitter, Senin (9/1/23). Cuitan tersebut merupakan unggahan akun Rudi Valinka.

Rudi menyampaikan dugaan korupsi bansos DKI 2020 senilai Rp2.85 triluin rupiah. Pada cuitan tersebut Rudi mengaku akan membagikan Hasil audit forensik Ernst & Young yang belum dibuka ke publik.

“Hasil audit forensik Ernst & Young yang belum dibuka ke publik neh (emot)” ujar Rudi pada akun Twitternya @kurawa.

Informasi ini Rudi bagikan berdasarkan informasi whistle blower.

“Semua berawal dari info whistle blower yang mengabarkan adanya penimbunan beras bansos milik perumda Pasar Jaya tahun anggaran 2020 yang masih tersimpan di Gudang sewaan di Pulogadung,” tulis Rudi.

Dalam unggahannya Rudi membagikan foto-foto timbunan beras pada sebuah gedung yang berlokasi di kawasan Industri Pulogadung Jaktim.

Rudi menerangkan jika kondisi berat yang berada di gudang sudah tak layak untuk dikonsumsi oleh makhluk hidup.

“Dipastikan 100% kondisi beras bansos milik DKI ini rusak atau membusuk bahkan untuk hewan sekalipun sudah tidak layak,” ujarnya.

Tak hanya itu, dirinya juga membagikan foto-foto temuan dugaan adanya kesalahan adminstrasi yang dilakukan saat penyaluran bansos.

Pria ini turut menyoroti aparat penegak hukum yang sudah seharusnya bergerak menangani temuan tersebut.

“Aparat penegak Hukum sudah seharusnya bergerak dengan temuan EY ini, hanya utk “kesalahan prosedural” saja EY sdh katakan adanya kebocoran Rp. 150 Miliar..,” ujarnya.

Hingga kini masih belum diketahui alasan penumpukan beras bansos yang seharusnya dibagikan kepada warga DKI selama tahun 2020 tersebut.

Komentar