oleh

Survei Tunjukan Tingkat Kepuasan Terhadap Jokowi dan Elektabilitas Anies Berkorelasi Negatif, NasDem Beri Tanggapan

Graha Nusantara, Jakarta – Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali menanggapi hasil survei Indikator Politik Indonesia memberikan tanggapannya terkait elektabilitas Anies Baswedan berkorelasi negatif dengan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Jokowi. Dirinya menganggap hal tersebut hanyalah sebuah personifikasi lembaga survei.

Ali menganggap survei tersebut seakan-akan membuat kesan Jokowi memberikan dukungannya kepada Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto. Sebab dalam survei tersebut elektabilitas Ganjar dan Prabowo mempunyai korelasi yang positif terhadap kenaikan kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Jokowi.

“Kalau kepuasan terhadap Pak Jokowi naik, ada kecendurungan elektabilitas Anies stagnan. Jadi ada personifikasi Ganjar dan Prabowo didukung oleh Jokowi sehingga (elektabilitas Anies) terjadi stagnasi seperti itu,” ujar Ali, Kamis, 5 Januari 2023.

Disisi lain, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Nasdem Johnny Gerard Plate menganggap penurunan elektabilitas Anies bukanlah karena kepuasan masyarakat terhadap kinerja Jokowi tetapi karena NasDem kurang mensosialisasikan kepada masyarakat. Dirinya menerangkan kini NasDem tengah mengurus urusan internal.

“Di bulan Desember (Nasdem) tidak melakukan apa-apa, karena kami melakukan review dan konsolidasi internal. Wajar dan sangat masuk akal kalau (elektabilitas Anies) turun,” ujar Johnny.

Diketahui, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi menyampaikan hasil surveinya pada Rabu (4/1/23). Hasil survei menyatakan adanya korelasi antara tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Jokowi terhadap elektabilitas tiga nama yang digadang-gadang maju sebagai calon presiden 2024 yaitu Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, dan Prabowo Subianto.

Burhanuddin menyampaikan jika elektabilitas Ganjar Pranowo yang paling berkorelasi positif terhadap kepuasan masyarakat kepada kinerja Jokowi.

“Jadi elektabilitas Ganjar diframe oleh approval rating Pak Jokowi. Mudah ya menjelaskannya, sama-sama dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), mungkin Ganjar dianggap sebagai little Jokowi,” ujarnya.

Sementara itu, korelasi negatif terlihat pada elektabilitas Anies Baswedan terhadap kepuasan masyarakat kepada kinerja Jokowi. Survei menunjukan kenaikan kepuasan terhadap Jokowi maka elektabilitas Anies terlihat menurun.

“Mereka yang tidak puas dengan kinerja Pak Jokowi, itu polanya sama dengan tingkat elektabilitas Anies,” ujar Burhanuddin.

Sebagai contoh, kepuasan terhadap kinerja Jokowi pada bulan Oktober 2022 sebesar 70,1% dan bulan November 2022 turun menjadi 66,2%. Sedangkan elektabilitas Anies pada bulan Oktober 2022 sebesar 326,3% dan naik pada bulan November 2022 menjadi 32,2%.

Tak hanya Ganjar Pranowo, kepuasan masyarakat terhadap kinerja Jokowi juga berdampak pada elektabilitas Prabowo Subianto. Hal ini mulai terjadi pada November & Desember yaitu ketika kepuasan masyarakat turun maka elektabilitas Prabowo juga mengalami penurunan.

“Artinya, kepuasan terhadap kinerja Pak Jokowi tidak hanya berdampak kepada Ganjar, tapi belakangan ini juga kepada Pak Prabowo,” ujar dia. Survei tersebut berlangsung pada 1-6 Desember 2022. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka terhadap 1220 responden yang terpilih melalui metode multistage random sampling. Margin of error survei adalah kurang lebih 2,9% dengan tingkat kepercayaan yaitu 95%.

Komentar