oleh

Pengamat Sebut Pamerintah Harus Lebih Serius Mensosialisasikan Bahaya Covid-19

Graha Nusantara – Setelah seorang warga pamekasan dinyatakan positif covid-19 tanggal 29 maret, kini pamekasan masuk zona merah (red zone). Artinya, Pamekasan saat ini sudah termasuk daerah yang rawan terdampak covid 19. Keadaan ini memerlukan perhatian dan tindakan antisipatif dari pemerintah guna mencegah adanya kasus baru positif covid 19.

Tindakan pencegahan ini tentu harus dilakukan secara konsisten. Karena dengan mengaca pada beberapa daerah yang sudah terpapar virus ini semisal Jakarta, respon pemerintah menjadi faktor penting untuk meminimalisir jumlah yang positif.

Menurut Syamsul Arifin, seorang pengamat yang sekaligus peneliti lingkungan dan budaya yang saat ini tengah menempuh pendidikan S3 di UnisZa Malaysia, pemerintah saat ini perlu melakukan sosialisasi secara masif tentang bahaya covid 19 ditambah dengan tindakan pencegahan yang harus dilakukan untuk memutus penyebaran virus corona.

“Pamerintah harus melakukan sosialisai bahaya virus corona (COVID-19), itu, sebagai cara terbaik, untuk meminimalisir penyebaran COVID-19” kata Syamsul, saat di wawancarai oleh wartawan Graha Nusantara, Senin (3/30)

Lebih lanjut, Syamsul juga menjelaskan, bahwa Pemerintah melalui dinas kesehatan harus tanggap menyikapi virus ini dengan memberikan pelayanan kepada masyarakat, yaitu salah satunya dengan melalui penyediaan posko crisis center covid-19 yang bertugas menerima aduan masyarakat setempat.

“Pamerintah harus memberi pelayanan yang sangat serius kepada masyarakat, melalui dinas esehatan, untuk membuat posko di setiap daerah” lanjut Syamsul

Selain itu pemerintah harus inisiatif jemput bola dengan menyediakan posko tanggap covid-19 di tiap-tiap desa sebagai upaya deteksi dini virus corona. Tindakan seperti ini mutlak diperlukan mengingat penyebaran virus ini yang begitu cepat.

Syamsul juga menambahkan, bahwa memang betul sikap panic dalam situasi seperti saat ini sangat merugikan. Tetapi sikap waspada kita sebagai masyarakat, serta lebih khususnya pemerintah harus juga ditingkatkan sebelum Pamekasan mendapat lebih banyak korban. Tentu kita semua tidak berharap ini terjadi.

“Dalam keadaan seperti ini, intinya jangan panic, tetapi ya harus berhati-hati,” jelasnya
(gn.n)