oleh

Dianggap Pilih Kasih, Samsung Dikirimi Petisi Online

Graha Nusantara – Samsung ditenggarai pilih kasih dalam membuat smartphone mereka dengan chipset Exynos, kecuali untuk wilayah Amerika Serika (AS) dan beberapa negara saja.

Hal tersebut membuat geram hingga memunculkan petisi online menuntut Samsung untuk menghentikan jualan smartphone dengan chipset Exynos.

Di AS, smartphone Samsung menggunakan chipset buatan Qualcomm. Sedangkan di negara lain seperti Indonesia lebih banyak memakai Exynos. Begitu juga tahun ini, smartphone Samsung ditenagai oleh chipset Snapdragon 865 di beberapa pasar kecuali di Eropa. Di benua tersebut, jajaran Galaxy S20 dilengkapi dengan Exynos 990 SoC.

Dilansir dari PhoneArena, Senin (23/3/2020), “Di luar AS, Samsung menjual smartphone yang menggunakan chip Exynos SoC merek mereka sendiri, alih-alih menggunakan Snapdragon Qualcomm. Samsung juga menggunakan sensor kamera merek sendiri. Sedangkan di AS, mereka menggunakan komponen dari spesialis Sony. Berdasarkan pengalaman, dan studi dari berbagai sumber online, kami percaya bagian-bagian diproduksi Samsung lebih rendah daripada yang dihadirkan di AS. Smartphone dengan chip Exynos SoC terbukti berkinerja lebih lambat, masa pakai baterai pendek, menggunakan sensor dan pemrosesan kamera lebih rendah, terlalu cepat panas dan masalah lainnya,” tulis petisi tersebut.

“Paling tidak, kami akan menghargai jika Samsung transparan tentang ketidakkonsistenan mereka. Sebagai alternatif, bagi Samsung untuk memastikan kami tidak membayar harga yang sama persis atau bahkan lebih tinggi dari teman-teman AS kami. Kami harus menerima ini selama bertahun-tahun selama berbagai iterasi smartphone unggulan. Setiap tahun kami berharap Samsung memberikan perangkat yang sama kepada kami atau membuat komponen mereka sendiri dengan kualitas mumpuni di pasaran. Namun, mereka gagal memenuhi permintaan ini berulang kali, dan kesenjangan kinerja tampaknya semakin melebar dari waktu ke waktu. Di era transparansi, ini saatnya untuk perubahan dan bagi kita konsumen memiliki hak untuk memilih untuk apa kita menghabiskan uang kita dengan susah payah,” tambah petisi tersebut.

“Samsung, tolong dengarkan kami! Kami mencintai perangkat Anda dan ingin diperlakukan dengan adil, sehingga kami dapat terus menikmatinya,” tulis petisi lagi.