oleh

MUI Menjawab “Konspirasi” Kosongkan Masjid dan Narasi Virus Ciptaan Tuhan

Graha Nusantara – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menanggapi narasi ‘virus ciptaan Tuhan’ yang sedang ramai-ramainya yang menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Dalam konferensi persnya di BNPB, Jakarta Timur, Kamis (19/3), Asrorun Ni’am Sholeh, Deputi Pengembangan Pemuda MUI mendapat pertanyaan tentang adanya narasi gerakan yang menganjurkan warga tidak takut ke masjid di tengah maraknya virus corona.

“Saat ini ada narasi berkembang di masyarakat ‘jangan takut ke masjid karena virus ciptaan Tuhan’ dan adanya konspirasi mengosongkan masjid. Bagaimana tanggapan Bapak?” tanya pembawa acara kepada Deputi Pengembangan Pemuda MUI, Asrorun.

Dia berbicara soal akal yang diberikan Allah SWT kepada setiap manusia. Menurut Asrorun, sakit memang ciptaan Allah SWT, Namun manusia harus tetap berikhtiar agar tetap sehat.

“Ketika kita diberikan sakit, maka kita dianjurkan dengan akal sehat kita untuk berobat, benar, sakit itu ciptaan Allah, tetapi dengan akal budi yang diciptakan Allah, kita diberikan kewajiban untuk ikhtiar, ikhtiar untuk melaksanakan aktivitas yang menyebabkan kesehatan,” jawab Deputi Pengembangan Pemuda MUI.

Dia juga mengatakan akan pentingnya untuk terus menjaga kesehatan.

“Kalau kita sakit, kita ikhtiar untuk berobat, guna mematikan kesehatan, dan kalau kita sehat kita diwajibkan untuk menjaga kesehatan jangan sampai kita untuk menjerumuskan diri ke dalam kebinasaan,” lanjutnya (*)