oleh

Untuk Antisipasi Dampak Corona, Airlangga: Jaga Daya Beli

Graha Nusantara – Airlangga Hartarto, Menteri Perekonomian,  memastikan pentingnya penguatan daya beli untuk menjaga kondisi perekonomian pada tahun 2020 agar tidak terdampak dari penyebaran Virus Corona.

“Tentu yang perlu kita jaga dalam negeri adalah buying power (daya beli) agar ekonomi tidak turun,” ucap Airlangga (21/2).

Airlangga juga menjelaskan penyebaran Virus Corona akan berpengaruh pada kondisi global, termasuk juga Indonesia, sehingga perlu di antisipasi. Maka dari itu, penguatan daya beli menjadi penting untuk menjaga kinerja konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi pendukung utama untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Meski begitu, dia belum dapat memperkirakan dampak kejadian ini kepada proyeksi pertumbuhan ekonomi 5,3%  pada akhir tahun, termasuk juga melakukan revisi target.

“Kita juga masih monitor setiap bulan dan tren seperti apa,” lanjut  Airlangga.

Pasalnya, Bank Indonesia melakukan revisi pertumbuhan ekonomi tahun 2020 menjadi 5,0%-5,4%, dari sebelumnya 5,1%-5,5%. Bahkan Bank sentral juga memproyeksikan perekonomian pada triwulan pertama 2020 hanya tumbuh pada kisaran 4,9% karena terdampak oleh kondisi global yang terpengaruh oleh penyebaran Virus Corona.

Berdasarkan pada kajian Bank Indonesia, penyebaran Virus Corona dapat mempengaruhi perekonomian Indonesia salah satunya melalui jalur pariwisata, perdagangan, dan investasi.

Oleh karenanya, pemerintah membuat kebijakan stimulus dengan akselerasi belanja produktif maupun pemberian insentif agar dapat mendukung penguatan ekonomi nasional.

Kebijakan tersebut,  antara lain adalah  percepatan belanja yang mendorong padat karya antaranya dengan mempercepat pencairan belanja modal serta bantuan sosial. Selain hal tersebut, percepatan belanja,  juga mencakup peningkatan pelaksanaan kegiatan pada dana desa sejak awal tahun untuk menciptakan kegiatan produktif yang menyerap tenaga kerja.

Stimulus belanja tersebut, di antaranya Kartu Sembako yang menyasar masyarakat berpenghasilan rendah dengan menyiapkan kebutuhan tambahan anggaran Rp3,8 triliun.

Kebijakan lainnya yaitu memberikan subsidi bunga perumahan untuk memperluas sasaran subsidi bunga perumahan, sekitar 224 ribu unit rumah dengan alokasi Rp1,5 triliun pada 2021.

Kepada masyarakat berpenghasilan menengah, pemerintah rencananya akan memberikan insentif pada sektor pariwisata, yaitu kepada agen perjalanan dan tenaga pemasaran pariwisata.

Stimulus-stimulus lainnya seperti Kartu Pra Kerja yang ditujukan bagi pencari kerja, yang rencananya diberikan sebanyak dua juta kartu dengan alokasi anggaran Rp10 juta. (*)