oleh

Ngeri!!, Jumlah Motor yang Rusak Pasca Bentrok Aremania vs Bonek di Blitar Bertambah

Graha Nusantara – Pasca bentrokan antar pendukung sepak bola pecah di Kota Blitar, polisi telah mencatat sedikitnya ada 13 motor rusak akibat bentrokan antara suporter Arema dan Persebaya di Kota Blitar (18/2).

Dari total tersebut, jumlah kendaraan yang terbakar ada dua motor hangus tinggal rangka, enam motor rusak sebagian, sedang lima sisanya rusak ringan. Tiga motor lain yang ditinggal pemilik karena takut hanya lecet.

“Kami mengimbau pemiliknya silakan datang bawa bukti kepemilikan. Yang kondisinya bisa kita identifikasi. Akan kami koordinasikan dengan panitia dalam hal ini dari Pemprov (Jawa Timur) selaku panitia dan sudah ada statemen terkait upaya ganti rugi kerusakan,” ucap Kapolres Blitar Kota AKBP Leonard M Sinambela (19/2).

Selain kendaraan, korban luka juga bertambah. Totalnya ada empat orang yang menjalani rawat jalan. Sedang dua korban luka paling parah ialah pendukung Arema berinisial RK asal Tulungagung yang menderita patah kaki. Korban luka parah lainnya ialah dari Bonek berinisial JF (16) warga Tambaksari, Surabaya yang menderita lebam diwajahnya usai diamuk warga.

RK dirawat di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar. Sedangkan JF sempat dirawat di rumah sakit Syuhada Haji lalu diambil oleh keluarganya ke Surabaya.

“Satu lagi ada korban luka lalu dievakuasi dengan ambulans. Seketika itu langsung pulang,” lanjutnya.

Sedangkan untuk korban penjarahan, belom ada laporan kepihak kepolisian, meski beredar info ada warga yang dirugikan. Polisi meminta warga yang menjadi korban segera melapor baik ke kepolisian maupun Pemkot Blitar.

Untuk diketahui, bentrokan antarsuporter ini mewarnai lanjutan Semi Final Piala Gubernur Jawa Timur antara Persebaya dengan Arema FC. Bentrokan ini terjadi beberapa kali di sejumlah lokasi. Sedangkan titik terparahnya terjadi di pertigaan Jalan Kapuas yang menyebabkan tujuh motor terbakar. Lokasi lainnya di areal persawahan warga di Kelurahan Bendo, Kecamatan Kepanjen Kidul Kota Blitar.

Pascapertandingan berakhir, kondisi keamanan berangsur pulih. Para petugas juga mengevakuasi penonton ke daerah asal masing-masing. Total ada tujuh belas armada dari TNI dan polisi yang dipakai untuk mengevakuasi suporter tersebut.(*)