oleh

Bulog Targetkan Mampu Serap Beras Minimal 1,7 Juta Ton

Graha Nusantara – Perum Bulog menargetkan dapat menyerap beras minimal 1,7 juta ton pada musim panen raya tahun ini. Musim panen raya padi pertama diprediksi terjadi pada Maret-April  mendatang.

Seperti yang kami lansir dari liputan6com, Budi Waseso atau Buwas, Direktur Utama Perum Bulog mengatakan, awalnya ia memproyeksikan serapan bisa hingga 2,7 juta ton. Namun menurutnya, target tersebut belum memperhitungkan stok yang ada di gudang. 

“Ya diinginkan 2,7 juta ton. Tapi kan saya menghitung riil dengan kemampuan. Kalau ini enggak terserap, artinya enggak bisa keluarkan beras yang ada di kita, maka kita minimal (serap) 1,7 juta ton,” ungkapnya di Kantor Perum Bulog, Jakarta (19/2).

“Tapi kalau bisa keluarkan beras kita yang 1,7 juta ton, kalau keluar 1 juta ton saja, ya saya bisa serap di atas 2 juta ton,” tambahnya

Buwas juga menyebutkan, bahwa Bulog saat ini memiliki sisa stok beras sebanyak 1,7 juta ton. Jumlah tersebut belum banyak berkurang, dan baru akan dikeluarkan bertahap untuk diekspor ke Arab Saudi.

“Sekarang bertahap saya sudah mulai ekspor ke arab. Ekspornya sekarang ini baru 500 ton awal. Untuk awal ini sudah beras packaging, beras renceng yang diminta untuk ukuran 1 kg dan 5 kg,” lanjutnya

Terkait ketersediaan beras pada pasar dalam negeri, Buwas juga memastikan itu tetap aman. Dia kembali menegaskan bahwa Bulog bisa menyerap minimal 1,7 juta ton beras pada musim panen pertama pada tahun ini.

“Beras sangat aman. Hari ini saya mengurai beras saya yang serapan dalam negeri. Karena 2 bulan lagi saya harus serap, minimal serap 1,7 juta ton. Karena prediksi Mentan (Syahrul Yasin Limpo) itu taun ini yang nanti Maret-April itu kita panennya hampir 7 juta ton,” ujarnya. (*)